Sabtu, 02 Maret 2013

Sejarah Nama INDONESIA

Indonesia, ada yang tau artinya
(secara harfiah). Siapa yang
memberikan nama Indonesia?.
kenapa harus Indonesia. Indonesia
itu berasal dari bahasa apa?.
sebagai seorang Indonesia, wajib
tahu apa itu arti Indonesia.
Pada tahun 1847 di Singapura
terbit sebuah majalah ilmiah
tahunan, Journal of the Indian
Archipelago and Eastern Asia
(JIAEA, BI: "Jurnal Kepulauan Hindia
dan Asia Timur")), yang dikelola
oleh James Richardson Logan
(1819-1869), seorang Skotlandia
yang meraih sarjana hukum dari
Universitas Edinburgh. Kemudian
pada tahun 1849 seorang ahli
etnologi bangsa Inggris, George
Samuel Windsor Earl (1813-1865),
menggabungkan diri sebagai
redaksi majalah JIAEA.
Dalam JIAEA volume IV tahun 1850,
halaman 66-74, Earl menulis artikel
On the Leading Characteristics of
the Papuan, Australian and Malay-
Polynesian Nations ("Pada
Karakteristik Terkemuka dari
Bangsa-bangsa Papua, Australia
dan Melayu-Polinesia"). Dalam
artikelnya itu Earl menegaskan
bahwa sudah tiba saatnya bagi
penduduk Kepulauan Hindia atau
Kepulauan Melayu untuk memiliki
nama khas (a distinctive name),
sebab nama Hindia tidaklah tepat
dan sering rancu dengan
penyebutan India yang lain. Earl
mengajukan dua pilihan nama:
Indunesia atau Malayunesia
("nesos" dalam bahasa Yunani
berarti "pulau"). Pada halaman 71
artikelnya itu tertulis
(diterjemahkan ke Bahasa
Indonesia dari Bahasa Inggris):
"... Penduduk Kepulauan Hindia
atau Kepulauan Melayu masing-
masing akan menjadi "Orang
Indunesia" atau "Orang
Malayunesia"".
Earl sendiri menyatakan memilih
nama Malayunesia (Kepulauan
Melayu) daripada Indunesia
(Kepulauan Hindia), sebab
Malayunesia sangat tepat untuk ras
Melayu, sedangkan Indunesia bisa
juga digunakan untuk Ceylon
(sebutan Srilanka saat itu) dan
Maldives (sebutan asing untuk
Kepulauan Maladewa). Earl
berpendapat juga bahwa bahasa
Melayu dipakai di seluruh
kepulauan ini. Dalam tulisannya itu
Earl memang menggunakan istilah
Malayunesia dan tidak memakai
istilah Indunesia.
Dalam JIAEA Volume IV itu juga,
halaman 252-347, James
Richardson Logan menulis artikel
The Ethnology of the Indian
Archipelago ("Etnologi dari
Kepulauan Hindia"). Pada awal
tulisannya, Logan pun menyatakan
perlunya nama khas bagi
kepulauan tanah air kita, sebab
istilah Indian Archipelago
("Kepulauan Hindia") terlalu
panjang dan membingungkan.
Logan kemudian memungut nama
Indunesia yang dibuang Earl, dan
huruf u digantinya dengan huruf o
agar ucapannya lebih baik. Maka
lahirlah istilah Indonesia.
Dan itu membuktikan bahwa
sebagian kalangan Eropa tetap
meyakini bahwa penduduk di
kepulauan ini adalah Indian,
sebuah julukan yang
dipertahankan karena sudah
terlanjur akrab di Eropa.
Untuk pertama kalinya kata
Indonesia muncul di dunia dengan
tercetak pada halaman 254 dalam
tulisan Logan (diterjemahkan ke
Bahasa Indonesia):
"Mr Earl menyarankan istilah
etnografi "Indunesian", tetapi
menolaknya dan mendukung
"Malayunesian". Saya lebih suka
istilah geografis murni
"Indonesia", yang hanya sinonim
yang lebih pendek untuk Pulau-
pulau Hindia atau Kepulauan
Hindia"
Ketika mengusulkan nama
"Indonesia" agaknya Logan tidak
menyadari bahwa di kemudian
hari nama itu akan menjadi nama
resmi. Sejak saat itu Logan secara
konsisten menggunakan nama
"Indonesia" dalam tulisan-tulisan
ilmiahnya, dan lambat laun
pemakaian istilah ini menyebar di
kalangan para ilmuwan bidang
etnologi dan geografi.
Pada tahun 1884 guru besar
etnologi di Universitas Berlin yang
bernama Adolf Bastian
(1826-1905) menerbitkan buku
Indonesien oder die Inseln des
Malayischen Archipel ("Indonesia
atau Pulau-pulau di Kepulauan
Melayu") sebanyak lima volume,
yang memuat hasil penelitiannya
ketika mengembara di kepulauan
itu pada tahun 1864 sampai 1880.
Buku Bastian inilah yang
memopulerkan istilah "Indonesia"
di kalangan sarjana Belanda,
sehingga sempat timbul anggapan
bahwa istilah "Indonesia" itu
ciptaan Bastian. Pendapat yang
tidak benar itu, antara lain
tercantum dalam Encyclopedie van
Nederlandsch-Indiƫ tahun 1918.
Pada kenyataannya, Bastian
mengambil istilah "Indonesia" itu
dari tulisan-tulisan Logan.
Pribumi yang mula-mula
menggunakan istilah "Indonesia"
adalah Suwardi Suryaningrat (Ki
Hajar Dewantara). Ketika dibuang
ke negeri Belanda tahun 1913 ia
mendirikan sebuah biro pers
dengan nama Indonesische
Persbureau.
Nama Indonesisch (pelafalan
Belanda untuk "Indonesia") juga
diperkenalkan sebagai pengganti
Indisch ("Hindia") oleh Prof
Cornelis van Vollenhoven (1917).
Sejalan dengan itu, inlander
("pribumi") diganti dengan
Indonesiƫr ("orang Indonesia").

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar